Raudha Homebase,BNA 53462,INA
+6281327173702
info@jaami.id

Masjid Makmur Dengan 4 Pilar

Jaringan Amal Antar Masjid

Masjid, adalah tempat paling istimewa bagi ummat Islam. Sebagai sebuah fasilitas ibadah, masjid memiliki bentuk fisik, fungsi spiritual dan simbol nilai keummatan. Sejak masjid pertama didirikan oleh Nabi Muhammad SAW, sampai kapanpun, semua wajib selalu dijaga dan dimakmurkan. Tetapi bagaimana caranya? Terutama di era modern seperti sekarang, dengan segala kesibukan duniawi yang menjauhkan jamaah dari Masjidnya?

Memakmurkan Masjid, landasannya kuat yaitu Firman Allah dalam Al Qur’an Surah At-Taubah [9]:18, :

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Sungguh siapa yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dengan tetap mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, serta tidak takut selain kepada Allah. Maka merekalah pasti dari golongan yang mendapat petunjuk” (QS. At-Taubah [9]: 18).

Masjid dikiaskan sebagai Rumah Allah (Baitullah). Betapa Agung kedudukan Masjid, sehingga Allah sandingkan dengan diri-Nya sendiri, sebagaimana firman-Nya yang lain,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا

“Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang yang menghalangi di masjid Allah dari berdzikir di dalamnya menyebut nama Allah, dan berusaha untuk merobohkannya?” (QS. Al-Baqarah [2]: 114).

Ada dua pengertian awal/klasik, dan dua pengertian modern tentang memakmurkan masjid:

a. Pertama, membangun fisik masjid, menjaga kebersihan dan memperindahnya, sebagai sikap memakmurkan sarana ibadah.

b. Kedua, melaksanakan ketaatan dan keimanan kepada Allah, mendirikan shalat dan berzikir di dalam masjid, sebagai sikap memakmurkan lewat ibadah mahdhahnya. Pengertian lainnya adalah:

c. Ketiga, tempat membayarkan zakat, infaq, sodaqoh, dan membangun sikap kemandirian, tidak takut selain pada Allah. Ini lebih bermakna memakmurkan secara sosial dan ekonomi. Dan yang terakhir adalah:

d. Keempat, menerapkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam mengelola masjid, misal dalam penentuan waktu sholat, arah qiblat, media siaran audio, video, digital

Allah memberikan pemahaman bahwa memakmurkan masjid dapat dalam berbagai bentuk amal. Kita diminta menerapkan pemakmuran secara berimbang, tidak sebatas membangun keindahan kemegahan fisiknya, tetapi 3 hal lain juga harus diutamakan.

Jika seorang yang beriman memasuki masjid untuk melaksanakan shalat, dzikir, dan juga menginfakkan hartanya untuk mendanai perawatan dan pembangunan masjid, serta untuk membangun sikap kebersamaan ekonomi-sosial jamaah agar tidak takut pada selain Allah (kuatir akan rezeki, keluarga, kesehatan maupun segala sebab krisis sosial lainnya). Dan membantu syi’ar dakwah Masjid, dengan diniatkan untuk meraih Ridha Allah semata, maka orang tersebut telah melakukan 4 kebaikan amal shalih sekaligus.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan dalam hadits:

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الجَنَّةِ

“Barangsiapa membangun masjid karana Allah, akan Allah buatkan yang semisal untuknya di surga” (HR. Tirmidzi no. 318 dan Ibnu Majah no. 736).

Pada kalimat “karana Allah”, terdapat makna kuat bahwa, tujuan pertama dan utama membangun masjid adalah meraih pahala dan ridha Allah, bukan karena ingin berbangga diri, mendapatkan pujian atau agar namanya selalu dikenang sebagai pembangun masjid tersebut.

Pemaknaan kemakmuran bukan tergantung pada fisiknya belaka, dapat dirunut dari riwayat bahwa masjid yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya terbuat dari batu dan pelepah kurma. Bangunan sangat sederhana yang atapnya pun masih bocor ketika turun hujan. Masjid Nabi tersebut sejak awal menjadi masjid yang mulia, karena memang dibangun di atas seluruh unsur ketakwaan kepada Allah.

Bagi kita saat ini, jika bisa menggabungkan antara niat yang tulus, bangunan yang kokoh, indah, dan membentuk kekuatan sosial ekonomi jamaah, serta sistem informasi manajemen dan syi’ar yang tertata secara modern, maka hal ini tentu lebih mewakili 4 pilar pemakmuran Masjid. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *